March 15, 2026

Kontribusi Nyata Pertamina Dukung Swasembada Energi bagi Indonesia

0
Pertamina

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pasokan minyak dan gas. Semua itu dilakukan untuk memastikan tercapainya target ketahanan dan swasembada energi. Harapannya, sesuai visi Asta Cita Pemerintah.

“Pertamina memiliki tugas untuk memastikan ketahanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi. Tidak hanya menjadi entitas bisnis atau entitas yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah kepada Pemegang Saham untuk menjaga profitabilitas, tetapi Pertamina punya tugas sebagai agen Pembangunan atau agent of development,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri saat acara Peringatan Satu Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Menurut Simon, pada sisi hulu migas, berbagai upaya dilakukan Pertamina guna mendorong kenaikan produksi migas di lapangan-lapangan Pertamina. Di antaranya, melakukan pemanfaatan teknologi terkini, serta inisiatif dan intervensi terhadap sumur-sumur eksplorasi untuk menambah balance dan juga produksi energi.

Ditambahkan Simon, pada 2029, Pertamina bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak dan Gas Bumi memiliki target untuk mencapai produksi minyak bumi hingga 1 juta barrel per hari. Pertamina berkomitmen meningkatkan eksplorasi dan produksi, dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Hingga kini, baru sekitar 65 cekungan eksplorasi dan 20 cekungan produksi yang sudah dimanfaatkan di Indonesia. Total yang dipunyai negara ini ada sekitar 120 cekungan.

“Indonesia masih menyimpan banyak potensi migas. Saat ini, sebagian besar migas berasal dari Indonesia bagian timur dan sudah masuk ke deep water (laut dalam). Dengan demikian, dibutuhkan investasi, teknologi ataupun kemitraan dengan perusahaan migas lainnya,” papar Simon.

Guna mengoptimalkan sumber daya untuk pencapaian ketahanan energi, Pertamina menerapkan strategi pertumbuhan ganda atau Dual Growth Strategy. Yakni, memaksimalkan bisnis eksisting Pertamina serta mendorong energi hijau sebagai energi baru untuk masa depan.

Simon melanjutkan, dalam berbisnis Pertamina tidak hanya berorientasi pada laba. Kinerja keuangan positif Pertamina turut dikontribusikan ke negara, dalam bentuk pajak, dividen, dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hingga Juni 2025, kontribusi Pertamina kepada keuangan negara mencapai Rp 225 triliun.

“Pertamina adalah instrumen strategis untuk pembangunan nasional,” ungkapnya.

Untuk mengoptimalkan perannya dalam Asta Cita,lanjut Simon, Pertamina akan terus melakukan perbaikan serta inisiatif untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *