July 23, 2024

Menperin Agus: Investasi Industri Keramik Capai Rp17,7 Triliun di Semester I Tahun 2022

0

JAKARTA – Tahun 2022 merupakan momentum kebangkitan sektor industri pengolahan nonmigas. Industri keramik tentu saja di dalamya.

Sejauh ini, kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam mengalami pertumbuhan 1,35% dengan kontribusi 0,47% (y-o-y) pada triwulan pertama tahun 2022.

Capaian tersebut menempatkan industri bahan galian nonlogam pada peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69%.

“Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik mencatatkan investasi dengan total Rp17,7 triliun. Penambahan investasi ini diharapkan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat acara Temu Usaha Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).

Menperin Agus meneruskan, insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD6 per MMBTU menjadi salah satu kebijakan yang mampu meningkatkan efisiensi pada biaya operasional di industri keramik.

“Capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72% atau tertinggi dalam lima tahun terakhir,” papar Agus.

Di samping itu, lanjut Agus, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I tahun 2022. Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12% dengan total volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Kinerja gemilang dari capaian ekspor tersebut juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21% (year on year) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I tahun 2022 berada di level 83%.

“Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam) yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis, dan jasa teknis lainnya yang bisa memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya,” tegasnya.

Dari awal pendirian pada tahun 1922 saat Pemerintahan Kolonial Belanda dengan nama “Het Keramische Laboratorium”, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogamterus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.

“Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya,” imbuhnya.

Momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan prima serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan, pihaknya fokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri melalui pemanfaatan teknologi.

“Upayanya adalah meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri 4.0,” jelasnya.

Untuk mendukung peningkatan daya saing industri, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam hadir sebagai penyedia layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi, dan optimalisasi teknologi industri.

“BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam serta balai-balai di lingkungan Kemenperin juga hadir sebagai problem solver, serta senantiasa melakukan pendampingan bagi pelaku industri nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam Azhar Fitri menyampaikan, pihaknya siap bertransformasi dan beradaptasi sesuai perkembangan dan kebutuhan pelaku industri.

“Seiring pertumbuhan industri, membuat kami semakin mengoptimalkan berbagai pelayanan jasa industri yang inovatif,” ujarnya.

Kegiatan temu usaha industri tersebut diikuti 200 pelaku industri keramik dan mineral nonlogam secara luring, serta lebih dari 1.000 peserta mengikuti secara daring. Rangkaian kegiatan lainnya adalah pameran industri, webinar, dan penyusunan skema sertifikasi tableware, serta sanitary bagi lembaga sertifikasi personil yang dihadiri 26 industri.

Selain itu, pemberian penghargaan kepada PT. Lucky Indah Keramik sebagai pelanggan terloyal, PT. Bintangmas Glass Solution sebagai pengguna layanan jasa sertifikasi (SPPT SNI) terbanyak, dan PT. Arwana Citra Mulia Tbk sebagai pengguna layanan jasa terbanyak. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan SPPT-SNI Vial Ampul kepada PT. Schoot Igar Glass dan peluncuran prangko 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam.

Sebagai bentuk sinergi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dengan sejumlah mitra industri, dilakukan penandatanganan MoU. Di antaranya, dengan PT. Chandra Asri, Universitas Logistik dan Bisnis Indonesia, Disperindag Propinsi Sumatera Utara, dan Universitas Jenderal Ahmad Yani.(****)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *