Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan PASPI Gelar Seminar Nasional Bedah Buku Universitas Jambi
JAMBI – Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jambi (UNJA) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menggelar Seminar Nasional Bedah Buku bertema “Mitos Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Global Edisi Keempat.” Kegiatan tersebut dipusatkan di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung B Hexagonal Kampus UNJA Mendalo, beberapa waktu lalu (5/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNJA Dr. Sigit Indrawijaya, SE, MSi, Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNJA Dr. Hj. Erni Achmad SE, MSi, serta akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri kelapa sawit. Di antaranya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).
Adapun keynote speaker seminat tersebut adalah Plt. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP Zaid Burhan Ibrahim. Sedangkan pembicara utama adalah Dr. Ir. Tungkot Sipayung, Direktur Eksekutif PASPI sekaligus Ketua Tim Penyusun Buku. Kegiatan ini juga menghadirkan para pembahas. Yakni, Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan SE, MA, Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan sekaligus Ketua Senat UNJA yang membahas buku dari aspek ekonomi. Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah MSc., Dosen Program Studi Agribisnis UNJA yang membahas buku dari aspek sosial ekonomi pertanian. serta Dr. Ummi Kalsum SKM, MKM, yang membahas buku dari aspek gizi dan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Sigit Indrawijaya, S.E., M.Si., menyoroti pentingnya sektor sawit bagi pembangunan ekonomi. Sigit menekankan, sawit tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sumber energi yang bernilai tinggi.
“Permintaan sawit global masih sangat tinggi. Semoga kegiatan ini memberi wawasan baru bagi mahasiswa tentang potensi besar sawit. Terutama bagi Provinsi Jambi yang merupakan salah satu penghasil utama,” ujar Dr. Sigit saat membuka acara.
Sementara itu, Dr. Hj. Erni Achmad., S.E., mengapresiasi kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMA EP) dan PASPI. Ia menegaskan pentingnya dukungan kebijakan hilirisasi untuk memperkuat daya saing industri sawit.
“Buku ini hadir di tengah perdebatan global antara mitos dan fakta. Melalui karya ini, para penulis berupaya menjelaskan sawit dalam konteks ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hilirisasi adalah tantangan besar yang membutuhkan perhatian serius,” papar Dr. Erni.
Zaid Burhan Ibrahim menyampaikan, UNJA merupakan universitas ke-18 yang menjadi tuan rumah kegiatan Bedah dan Diseminasi Buku Mitos vs Fakta Sawit. Ia berharap kegiatan ini menjadi forum akademik yang mempertemukan riset, data, dan advokasi untuk membangun pemahaman objektif tentang industri sawit.
Dalam paparannya, Dr. Tungkot Sipayung menjelaskan, industri sawit Indonesia berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional dengan melibatkan sekitar 2,6 juta rumah tangga petani dan 16,5 juta tenaga kerja. Ia juga menegaskan, sawit lebih efisien dalam penggunaan lahan dan menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan minyak nabati lain.
Para pembahas memberikan pandangan dari berbagai perspektif. Prof. Dr. Syamsurijal Tan, S.E., M.A., menyoroti peran sawit sebagai penyumbang utama PDB dan potensi Jambi yang masih perlu dimaksimalkan. Adapun Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc., menekankan percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk memperkuat daya saing global serta mengatasi kendala petani kecil. Seperti biaya sertifikasi tinggi, legalitas lahan, dan akses pembiayaan yang terbatas..
Sementara itu, Dr. Ummi Kalsum, S.K.M., M.K.M., menjelaskan, minyak sawit aman dikonsumsi secara wajar dan mengandung antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wahana ilmiah bagi sivitas akademika. Terutama di lingkungan Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) FEB UNJA dalam memahami isu strategis industri sawit secara komprehensif dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. (****)
